Photo: Bianca Marolla
Bahasa:
Setelah lama tidak menulis, akhirnya saya bisa menulis lagi.
Baru-baru ini, saya mengambil keputusan yang cukup besar di dalam pekerjaan, keputusan yang akan mengubah arah hidup dan sudut pandang saya ketika melihat sesuatu, yaitu untuk berhenti dari zona nyaman saya sebagai seorang karyawan.
Pekerjaan terakhir saya di bidang design grafis, lebih tepatnya sebagai seorang senior editorial designer di suatu perusahaan asing yang mengerjakan majalah penerbangan untuk maskapai nasional sebenarnya sudah cukup baik dan dapat menunjang kehidupan saya dan keluarga saya. Sebagai seorang dari keluarga yang sederhana, tentu saja kami tidak makan di hotel bintang lima seminggu sekali.
Banyak dukungan dan kritik ketika saya mengumumkan via sosial media saya bahwa saya sudah mengundurkan diri dari perusahaan tersebut. Yang mendukung, rata-rata melihat dari perspektif kalau saya adalah seorang yang berani untuk mengambil risiko untuk menjadi seorang entrepreneur—walaupun sebenarnya saya agak tergelitik, karena pada faktanya saya masih merintis sebagai pekerja lepas sambil menunggu business partner saya memutuskan untuk mengambil keputusan yang sama dengan yang saya ambil. Dari sisi yang mengkritisi—kalau memang ini bisa dinilai sebagai suatu kritik—rata-rata bertanya: “lah, lu bukannya udah enak Dy? gaji lu kan gede tuh di perusahaan asing gitu?”
Secara pribadi, pastinya saya memiliki perasaan khawatir dan sedikit takut pada saat akan melangkah keluar zona nyaman saya selama satu dekade, karena memang kenyataannya, kehidupan sebagai karyawan pada awalnya terasa lebih pasti daripada sebagai seorang pekerja lepas atau entrepreneur. Namun, kalau dipikirkan secara obyektif dan juga secara jangka panjang, kepastian sebagai seorang karyawan bisa juga menjadi jebakan di akhir usia, karena setelah pensiun lebih pasti tidak memiliki penghasilan daripada yang mulai berusaha sejak usia produktif.
Namun, kalau dipikirkan secara obyektif dan juga secara jangka panjang, kepastian sebagai seorang karyawan bisa juga menjadi jebakan di akhir usia, karena setelah pensiun lebih pasti tidak memiliki penghasilan daripada yang mulai berusaha sejak
usia produktif.
Tentu saja, Keduanya tidak sepenuhnya salah, tidak pula sepenuhnya benar. Tinggal ditentukan seberapa jauh kita melihat dari fondasi nilai yang kita yakini dan apa tujuan hidup kita. Berangkat dari fondasi nilai dan tujuan hidup yang saya yakini, saya selalu percaya bahwa setiap manusia harus dan berhak untuk bisa bertumbuh secara tepat dan maksimal dalam setiap musim kehidupannya. Bukan hanya dari segi posisi di dalam pekerjaan ataupun besaran jumlah gaji, tapi juga dari sisi kemampuan pengambilan keputusan, perkembangan potensi dan visi yang dimiliki di dalam hidup. Kalau memang sebagai seorang karyawan bisa memenuhi hal tersebut, itu pun bukanlah suatu hal yang salah.
Pasti akan selalu ada masa, ketika kita harus menentukan suatu pilihan yang sangat sulit, bisa dibilang hampir tidak ada perbedaan signifikan di antara kedua pilihan tersebut. Namun keputusan untuk mengambil langkah, pastinya akan membuat kita tetap bertumbuh, karena selalu ada pelajaran kehidupan yang berarti di dalam setiap pengambilan keputusan yang dipersiapkan secara matang.
Jangan menyerah apapun musim kehidupanmu pada saat ini. Sesulit apapun pilihan dan tantangan yang dihadapkan, tetaplah melangkah dan memilih untuk bertumbuh. Karena ketika kita tidak bertumbuh, masalah akan tetap bertumbuh. Berapa banyak orang yang kita kenal, atau bahkan orang-orang terdekat kita tidak bertumbuh karena tidak pernah mengambil keputusan penting di dalam hidup. Selama masih ada ruang untuk bertumbuh—5, 10, 15 tahun lagi, tetaplah bertumbuh menjadi manusia yang lebih baik daripada sebelumnya.
PS. I’m trying to provide each of my posts in English and Bahasa.
English:
Growing in Our Choices
After a long time not post anything, I was finally able to write again.
Recently, I made a brave enough decision in my carier life, a decision that will change the direction of life and my perspective when I see something, which is: to quit my comfort zone as an employee (trumpet sounds).
My last job was in the field of graphic design, more precisely as a senior editorial designer at a foreign creative agency that published in-flight magazine for national airlines. working there was actually fine and could support me and my family’s life – as a modest family, of course we don’t eat in five-star hotels once a week.
A lot of support and criticism sent, when I announced it via my social media, that I had resigned from the agency. They who support, generally viewed this from the perspective that I am a person who dares to take risks to become an entrepreneur – although sometimes those statements really tickles me in my guts, because in fact I am also a starter, a baby in the industry. Well at least, while waiting for my business partner decide to make the same decision as mine. From a criticizing side – if those could be considered a critics – they are generally asking: “well, isn’t working there already good for you, Dy? Isn’t your salary really good in a foreign agency such your old office?”
I, personally, for sure have worry, anxiety and a little fear when I finally stepped out of my comfort zone for a decade. In reality, life as an employee at first feels more certain compared to them who works as a freelancer or entrepreneur. However, if you think about this matter objectively with long term approaches, certainty as an employee can also be a trap at the end of our age, because after retirement it also more certain that there is no income than those who start to build something since their productive age.
Neither it is completely wrong, nor it is entirely true. In the end, it should be measured from our values, why we believe in something and what our purpose of life are. I started from my own values and purpose that I believe in before I took the decision: I always believe that every human being, must and has the right to be able to grow properly and maximum in every season of his life. Not only in context of position in their career hierarchy or the amount of salary, but also in the context of decision-making ability, development of their true potential and their vision. If any employer can provide this, working as an employee is also not a wrong thing to do, as we know the consequences.
There will always times when we have to make difficult choices. And I tell you, sometimes it feels like there is no differences between those two. It is the decision to take steps that will keep us growing. There are life lessons to be learned, both in planned or unplanned decisions.
Don’t give up to any season of your life at time like this – this also an advice from the deepest soul into my consciousness. No matter how difficult the choices and challenges are, keep going and only choose to grow. When we don’t grow, our problems will. How many people we know, or even those people closest to us never grow up, because they never made important decisions in life. As long as there is room for growth – 5, 10, 15 years or maybe more, choose to grow to be a better human than before.